Dinas Pendidikan dan Kebudayaan/Provinsi Kalimantan Selatan

Satu sistem.Satu data.Satu kendali.

SIMGTK menyatukan perencanaan, distribusi, pembinaan, dan penilaian kinerja guru serta tenaga kependidikan ke dalam satu alur data yang berjalan terus-menerus — dari sekolah sampai ke meja kebijakan.

01020304

Modul 01

Perencanaan Kebutuhan

Menghitung kebutuhan riil berbasis Anjab–ABK.

Umpan balik kebijakan — hasil Modul 04 kembali menjadi masukan Modul 01

Mengapa sistem ini dibutuhkan

Datanya ada.
Alurnya yang terputus.

  1. Perencanaan

    Kebutuhan guru disusun tanpa perhitungan beban kerja riil, sehingga formasi yang diusulkan tidak mencerminkan kondisi sekolah.

  2. Distribusi

    Penempatan dan mutasi berjalan atas dasar asumsi — bukan atas kebutuhan sekolah, domisili, dan prestasi guru.

  3. Pembinaan

    Diklat diukur dari keikutsertaan, bukan dari gap kompetensi yang benar-benar dimiliki tiap guru.

  4. Penilaian

    Hasil penilaian kinerja berhenti sebagai dokumen dan tidak kembali menjadi dasar keputusan berikutnya.

Tanpa satu alur, setiap keputusan SDM pendidikan dimulai dari data yang berbeda.

Alur sistem

Empat modul yang saling menyerahkan data

Setiap modul menerima keluaran modul sebelumnya dan menyerahkan miliknya ke modul berikutnya. Modul terakhir menutup lingkaran: hasil penilaian kinerja menjadi masukan perencanaan tahun berjalan.

  1. 01

    Perencanaan

    Anjab–ABK per sekolah

    Keluar: peta kebutuhan

  2. 02

    Pengadaan & Distribusi

    Mutasi, promosi, formasi baru

    Keluar: rekomendasi penempatan

  3. 03

    Pembinaan

    Analisis Kebutuhan Diklat

    Keluar: rencana pengembangan

  4. 04

    Penilaian Kinerja

    Periodik, objektif, terukur

    Keluar: nilai & dasar pembinaan

↺ Umpan balik kebijakan — 04 kembali ke 01

Rincian modul

Apa yang dikerjakan tiap modul

01

Perencanaan Kebutuhan Guru & Tendik

Menghitung kebutuhan riil berbasis Anjab–ABK, bukan berdasarkan jumlah rombel semata.

  • Pendataan guru dan tendik per sekolah, termasuk impor massal dari berkas Excel
  • Struktur organisasi sekolah beserta beban tugas tiap jabatan
  • Perhitungan otomatis: jumlah ideal, tersedia, kurang, dan lebih

Keluaran Peta kebutuhan guru & tendik per sekolah

02

Pengadaan & Distribusi Guru

Menempatkan guru berdasarkan kebutuhan sekolah, domisili, dan prestasi — bukan asumsi.

  • Peta spasial kebutuhan dan formasi kosong seluruh sekolah
  • Usulan mutasi, naik pangkat, gaji berkala, pensiun, dan pemberhentian
  • Persetujuan berjenjang yang tercatat sampai SK terbit

Keluaran Rekomendasi penempatan dan SK digital

03

Pembinaan & Pengembangan

Menyusun diklat dari gap kompetensi tiap individu, bukan dari daftar hadir.

  • Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) otomatis per guru
  • Riwayat diklat dan area prioritas yang belum tertangani
  • Rekomendasi diklat lengkap dengan prioritas dan metode pelaksanaan

Keluaran Rencana pengembangan per guru

04

Penilaian Kinerja

Menilai secara periodik dengan instrumen yang sama untuk seluruh jenjang.

  • Instrumen penilaian periodik dengan bobot yang terdefinisi
  • Rekap kinerja per sekolah, jenjang, dan kabupaten/kota
  • Hasil penilaian dikembalikan sebagai masukan perencanaan berikutnya

Keluaran Nilai kinerja sebagai dasar pembinaan & promosi

Studi alur — Modul 02

Mutasi yang bisa ditelusuri,
dari peta sampai SK.

Guru hanya dapat mengajukan mutasi ke sekolah yang benar-benar memiliki formasi kosong sesuai mata pelajarannya. Peta spasial menentukan kelayakan; persetujuan berjenjang menentukan hasil. Setiap tahap tercatat dan dapat dipantau pemohon.

Cari sekolah…Filter mapel

SMAN 1 Banjarbaru

Jumlah guru
52
Kebutuhan guru
4

Formasi kosong

  • Matematika 1
  • Bahasa Inggris 1
  • Informatika 1
  • Fisika 1

Layak menerima mutasi

  • Kekurangan guru
  • Kebutuhan mendesak
  • Formasi tersedia
  • Kelebihan guru
  • Tidak membutuhkan

Sembilan tahap, satu jalur

  1. 1Guru masuk ke sistem
  2. 2Membuka peta spasial kebutuhan
  3. 3Memeriksa ketersediaan formasi
  4. 4Mengajukan permohonan mutasi
  5. 5Verifikasi verifikator dinas
  6. 6Persetujuan kepala seksi (SMA · SMK · SLB)
  7. 7Persetujuan kepala bidang
  8. 8Persetujuan kepala dinas
  9. 9BKD menerbitkan SK mutasi

Permohonan yang tidak lolos verifikasi dikembalikan kepada guru untuk diperbaiki; penolakan di tahap mana pun tercatat beserta alasannya.

Nilai tambah

Yang berubah di sisi pemerintah daerah

  • Satu data kebutuhan guru untuk seluruh jenjang dan wilayah
  • Distribusi yang dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan
  • Diklat yang menjawab kebutuhan riil, bukan sekadar kuota
  • Kinerja guru yang terukur dan tercatat lintas periode
  • Rekap berjenjang: sekolah, kabupaten/kota, sampai provinsi
  • TransparanSetiap tahap proses dapat dipantau pemohon.
  • Berbasis dataKeputusan berdiri di atas hasil analisis, bukan perkiraan.
  • MerataSebaran guru mengikuti kebutuhan wilayah.
  • EfisienBerkas berpindah antar-unit tanpa surat fisik.
  • AkuntabelSetiap persetujuan tercatat dengan pelakunya.

Siap dijalankan untuk daerah Anda.

Masuk menggunakan akun dinas, sekolah, atau perorangan sesuai peran yang diberikan.